Minggu, 18 Oktober 2009

postheadericon Manajemen Strategi

Check out this SlideShare Presentation:
READ MORE - Manajemen Strategi

postheadericon Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah

Check out this SlideShare Presentation:
READ MORE - Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah
Sabtu, 17 Oktober 2009

postheadericon Perencanaan Pembangunan Wilayah

Check out this SlideShare Presentation:
READ MORE - Perencanaan Pembangunan Wilayah
Selasa, 13 Oktober 2009

postheadericon Deteksi Dini Kanker Selamatkan Jiwa


JAKARTA--Kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker terutama di kota besar relatif meningkat. Menurut Kepala Unit Layanan Rujukan RS Dharmais Dr Rismawaty Amiruddin diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap deteksi dini kanker, karena mayoritas kanker dapat disembuhkan jika diketahui sejak dini.

Sayangnya jumlah penderita kanker tetap naik setiap tahunnya dan sebanyak 80 persen diantaranya diketahui ditemukan dalam stadium lanjut. Sehingga, tingkat kesembuhan pun menjadi relatif rendah.

"Terutama jika sudah ada gejala-gejala awal kanker dan kita masuk dalam kelompok orang dengan risiko tinggi, karena diet yang salah, faktor genetis dan sebagainya," ujarnya dalam Penyuluhan Kanker Untuk Masyarakat Awam di Jakarta, Selasa (13/10). Padahal pengalaman RS Dharmais sebagai rumah sakit pusat rujukan kanker nasional menunjukkan jika kanker dapat dideteksi dini dan diberikan pengobatan yang tepat, rasio kesembuhan mencapai 70 persen.

Untuk kanker payudara, deteksi dini dapat dilakukan dengan cara Sadari atau periksa payudara sendiri. Namun untuk jenis kanker lainnya deteksi dini dilakukan dengan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Gejala lain yang peru diwaspadai diantaranya, adanya bejolan di tempat tidak semestinya dan tidak sembuh-sembuh, suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh, tahi lalat yang berubah, darah/lendir yang abnormal, luka koreng yang tak kunjung sembuh serta buang air besar/kecil yang abnormal.

"Kanker bukan penyakit menular, dan beberapa memang terkait dengan genetis, seperti kanker payudara, kanker ovarium dan usus besar," tutur Dr Risma. Ia kembali menekankan pentingnya diet sehat dengan memperbanyak makanan berserat, mengurangi makanan yang diawetkan dan berlemak serta membatasi minuman beralkohol. una/rin




READ MORE - Deteksi Dini Kanker Selamatkan Jiwa

postheadericon 2012 Bukan Akhir Dunia

Ramalan kalender maya yang menyebutkan tahun 2012 adalah kiamat, telah menggemparkan dunia. Sebagian besar masyarakat diserang ketakutan dan saling menduga-duga tentang kebenaran ramalan tersebut. Mungkin Anda termasuk salah satu diantaranya. Tak perlu merasa cemas berlebihan, karena seorang tetua Indian Maya, Apolinario Chile Pixtun, membantah ramalan itu. Ia menegaskan dengan pasti bahwa tahun 2012 bukan akhir dari dunia sebagaimana ramai diperbincangkan sejumlah peramal dan ahli astronomi.

”Sudah pasti tidak,” tegas Apolinario menjawab pertanyaan, apakah berakhirnya penanggalan Maya maka akan berakhir pula dunia.

Apolinario mengaku lelah dan bosan karena selalu dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kalender Maya yang diduga berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Ramalan kiamat ini telah memperburuk situasi, memicu kegelisahan, dan kekhawatiran yang berlebih bagi kalangan masyarakat. Padahal menurut Apolinario, teori hari kiamat itu disebarkan oleh Barat dan bukan pendapat suku Maya.

"Saya kembali dari Inggris tahun lalu dan mereka telah membuat saya jemu dengan semua hal ini," ungkap lelaki asal Guatemala ini.

Sebuah jangka waktu yang signifikan bagi Maya tidak berakhir karena penanggalan. Namun entah bagaimana hal ini dikait dengan serangkaian penemuan astronomi yang seolah-olah membenarkan hal itu. Salah satunya penemuan yang mengatakan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi suatu siklus besar yang hanya terjadi setiap 25.800 tahun sekali.

Kalender Maya merupakan kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya pada kisaran 250-900 M. Bukti kehadiran peradaban Suku Maya ini bisa dilihat dari sisa kerajaannya di hampir semua bagian selatan Meksiko, Guatemala, Belize, El Savador, dan sebagian Honduras. Kalender Maya ditemukan dalam prasasti saat pembangunan jalan tol pada 1960-an. Prasasti ini menggambarkan sesuatu yang terjadi pada 2012.

Suku Maya diketahui sangat terobsesi dengan waktu. Menurut kepercayaan mereka, sesuatu yang buruk akan terjadi jika kalender “Long Count” berakhir. Mereka mendasarkan perhitungan numerik pada siklus 13 dan 20, maka bisa jadi hari terakhir kalender mereka adalah 13.0.0.0.0. Angka 13.0.0.0.0 ini merepresentasikan 5126 tahun, sementara “Long Count” berawal pada 0.0.0.0.0, atau 11 Agustus 3114 SM menurut penanggalan Gregorian. Dengan demikian, dapat dikatakan penanggalan kalender Maya akan berakhir 5126 tahun kemudian, yakni 21 Desember 2012. Inilah yang menjadi dasar pemikiran tentang kiamat di tahun 2012.




READ MORE - 2012 Bukan Akhir Dunia

postheadericon India Temukan Air di Bulan


LONDON--MI: Misi pertama India ke Bulan telah menemukan bukti mengenai air dalam jumlah yang sangat banyak di permukaannya, demikian laporan harian The Times, Kamis (24/9).

Data dari pesawat antariksa Chandrayaan-1 juga menunjukkan air masih terbentuk di Bulan, kata surat kabar Inggris tersebut.

"Itu sangat memuaskan," kata harian tersebut, yang mengutip Mylswamy Annadurai, direktur proyek misi itu di Organisasi Penelitian Antariksa India di Bangalore.

Surat kabar tersebut melaporkan terobosan dijadwalkan diumumkan oleh Badan Antariksa dan Penerbangan AS, Kamis (24/9).

Laman NASA menyatakan lembaga itu berencana menyelenggarakan taklimat buat media pada pukul 14.40 waktu setempat pada 24 September guna "mengungkapkan temuan ilmiah baru mengenai Bulan" dari data yang dikumpulkan selama misi antariksa nasional dan internasional.

Pesawat antariksa tanpa awak milik India diperlengkapi dengan Moon Mineralogy Mapper, milik NASA. (Ant/OL-04)

Sumber



READ MORE - India Temukan Air di Bulan

postheadericon Roket Berbahan Bakar Permen?


Liputan6.com, Hatfield: Mengunyah permen atau gula-gula memang sebuah keasyikan tersendiri, terutama bagi anak-anak. Hampir semua bocah menyukainya. Namun tanpa disangka, kini gula-gula mampu menjadi bahan bakar roket. Adalah para ilmuwan dari Universitas Hertfordshire, Inggris, yang belum lama ini menemukannya.

Penemuan ini berawal pada 2005, saat universitas tersebut memulai program roket hingga akhirnya roket berbahan bakar gula-gula berhasil diciptakan. Roket ini memiliki kecepatan hingga 1.200 mil per jam yang mampu ditempuhnya hanya dalam tempo tiga detik.

Walau masih berbentuk penemuan awal, roket ini telah menarik perhatian banyak kalangan. Buktinya, roket terpanjang yang berukuran empat meter sempat tampil dalam Majalah
The Times pada akhir Agustus lalu. Tidak hanya itu, roket berbahan bakar gula-gula ini juga pernah terbang setinggi 8.000 kaki atau setara dengan 2,4 kilometer di langit Skotlandia pada ajang International Rocket Week.

"Kami tidak hendak menyarankan agar perusahaan pembuat jet dan roket mulai berpikir untuk menggunakan gula-gula sebagai bahan bakar roket mereka. Tapi, mereka bisa memikirkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan," kata Ray Wilkinson pengajar di Universitas Hertfordshire, seperti dikutip situs
Sciencedaily.com.(ANS)




READ MORE - Roket Berbahan Bakar Permen?

Total Tayangan Halaman

Mari Silaturahmi

Follower

My Blog List

Popular Posts

Share