Selasa, 22 Februari 2011

postheadericon Roti Bakar Omset selangit

KOMPAS.com — Bisnis roti bakar memang sudah biasa. Namun, belum tentu bisa bertahan lama. Madtari merupakan salah satu warung roti bakar yang cukup tua. Sejak 1999 hingga kini, Madtari masih memiliki pelanggan setia di Dago. Meski cuma warung roti bakar, Madtari bisa mencetak omzet ratusan juta.

Roti Bakar Edi boleh saja menjadi pilihan anak muda Jakarta menyantap roti di malam hari. Tapi di Bandung, Madtari

bisa dibilang menjadi pilihan pertama untuk melahap roti bakar.

Madtari mengklaim sebagai roti bakar satu-satunya di Kota Kembang yang menggunakan selaiblueberry. Menu roti spesial dengan campuran selai

blueberry, kacang, dan taburan meses coklat membuat rasa roti bakar terasa asam manis.






Tidak hanya itu, rasa gurih dan asinnya didapat dari taburan keju yang menutup seluruh tumpukan roti. Pilihan lain adalah rasa roti keju susu dengan pelbagai macam pilihan rasa, seperti susu, coklat, kacang, dan roti rasa asin. Roti bakar rasa asin, yakni, roti d

engan serutan keju pada tumpukan roti yang telah dibakar dengan taburan garam.

Makin larut malam, makin ramai pula pengunjung roti bakar Madtari di Jalan Dr. Oten 11, Dago. Salah satu kelebihan nongkrong di Madtari, selain santapan roti bakarnya, parkir dan tempatnya yang luas. Tidak perlu takut kehabisan tempat. Tak hanya memanfaatkan garasi gedung kuno berarsitektur gaya Belanda, setiap ruangan atau kamar telah disulap dengan kursi-kursi panjang berikut dengan meja. Tapi, dekorasi Madtari memang terbilang minim, tidak ada yang istimewa di warung roti bakar yang telah berdiri sejak tahun 1999 ini.

Menurut Manajer Madtari David Maidy, konsep layaknya warung kopi tetap dipertahankan. "Konsep seperti inilah yang membuat para pengunjung betah," kata David. Ia menambahkan, Madtari yang telah tiga kali berpindah tempat sudah terkenal sebagai roti bakar rakyat di Bandung.

Maksud roti yang merakyat: harga murah dan tempat yang apa adanya di pinggir jalan. Tengok saja, harga aneka roti mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 13.000 untuk menu spesialnya. Bosan dengan santapan roti, pisang bakar bisa jadi pilihan.

Pisang dibakar kemudian dilumuri selai sesuai selera dan tentu saja sebagai ciri khas dari Madtari, yaitu taburan kejunya. Harga pisang mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per porsi. Jika malam telah tiba dan udara kian dingin, santapan yang lebih hangat kerap menjadi pilihan.

Misalnya saja, mi instan dengan telur plus minuman yang dapat menghangatkan tenggorokan. Wedang jahe kencod boleh jadi pilihan karena sudah pasti, selain dapat menghangatkan tubuh, juga mampu mengusir pusing. Harganya sudah pasti aman di kantong, mulai Rp 5.000 sampai Rp 11.000.

Menyasar konsumen kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai pelanggan, Madtari sukses meraup untung yang cukup wah. Setiap hari, Madtari menghabiskan 500 kg pisang dan 200 tangkup roti.

Di bulan biasa, omzet Madtari mencapai Rp 150 juta per bulan. Ketika musim libur, Madtari mampu mencapai omzet Rp 200 juta. Pendapatan yang besar ini didukung dengan pelayanan prima selama 24 jam.

"Meski makin banyak roti bakar di Bandung tapi Madtari tetap menjadi pilihan karena kami melayani dengan sungguh-sungguh." tutur David yang setahun belakangan ini mengaku, bisnis roti bakar kepunyaan pamannya ini kian pesat setelah berpindah tempat.

Dua cabang Madtari lainnya berlokasi di Dago, tepatnya Jalan Teuku Umar dan Jalan Suci. David bilang, tahun ini, Madtari hendak ekspansi ke Tasikmalaya. (Mona Tobing/Kontan)

Sumber

READ MORE - Roti Bakar Omset selangit

postheadericon Sosis Tempe



KOMPAS.com — Tempe bisa menjadi bahan dasar sosis. Produk ini sangat cocok bagi vegetarian atau orang yang diet kolesterol. Penjualan pun melimpah karena harga jual yang tentunya lebih murah. Pengusaha sosis tempe bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan.
Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang memiliki banyak penggemar. Selama ini kita sering mendapati makanan ini berbahan daging sapi atau ayam. Namun, kini bermunculan produk sosis rasa lokal dengan bahan dasar dari tempe.
Sebagai bentuk variasi makanan, tempe bisa juga menjadi bahan baku sosis. Kedelai yang merupakan bahan baku tempe bersifat hidrofolik. Kedelai mampu menyerap dan menahan air, membentuk selaput, membentuk gel, mempunyai daya rekat tinggi, dan bersifat pengental.
Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Alhasil, sosis tempe juga punya prospek cerah.
Menurut Ayu Safitri, pemilik The Sozzis, kendati tak menggunakan bahan pengawet, sosis tempe buatannya memiliki daya tahan yang lama. Saat pembuatan, sosis tempe juga melalui proses pengasapan. Tujuannya, memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas, dan mencegah oksidasi.
Nah, setelah dibungkus dengan plastik tipis, sosis tempe dikemas dengan sistem kedap udara. Cara ini untuk menghindari masuknya organisme dan bisa memperpanjang daya tahan sosis. "Sosis tempe menjadi pilihan makanan bergizi tinggi sehingga anggapan tempe sebagai makanan kelas bawah akan terhapuskan," kata Ayu.
Dengan harga jual Rp 2.000 per potong, Ayu bisa menjual 500 potong The Sozzis tiap hari. Alhasil, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 30 juta sebulan. Sosis tempe The Sozzis telah tersebar di Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, hingga Jakarta.
Selain Ayu, tujuh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, juga mengembangkan produk sosis tempe. Sejak pertengahan 2009, mereka yang tergabung dalam Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa membuka Outlet Sehat di Kota Gudeg itu.
Maula Paramitha, salah satu pemilik Outlet Sehat, mengklaim bahwa sosis tempenya sehat karena bebas kolesterol. Sebagai pembungkus sosis, mereka menggunakan adonan telur. Adonan telur itu dikeraskan hingga teksturnya benar-benar menyerupai usus sapi yang sering menjadi kulit sosis. "Jadi, secara keseluruhan benar-benar bebas daging sehingga cocok bagi vegetarian," ujar Maula.
Sosis tempe memang mengincar pasar dari kalangan vegetarian dan konsumen yang sedang berdiet daging. Sama seperti The Sozzis, sosis tempe buatan mahasiswa UGM ini juga berharga Rp 2.000 per buah. (Rivi Yulianti, Ragil Nugroho/Kontan)
READ MORE - Sosis Tempe
Rabu, 16 Februari 2011

postheadericon SEKARUNG BERLIAN DAN SEGENGGAM BERAS

“SEKARUNG BERLIAN DAN SEGENGGAM BERAS”

Akhir November 2010, aku telah menyelesaikan studi ku di Universitas Winaya Mukti.

Kurang lebih 4 tahun 2 bulan 3 minggu. Aku menuntut ilmu di daerah Sumedang.

Aku berharap dengan selesainya studiku, aku tidak lagi membebani Ortu untuk biaya kuliah dan biaya ngekos. Walaupun aku belumbekerja.

Desember, aku masih di sumedang, ngerapihin skripsi abis sidang. Aku berharap, bisa cepet pulang. Dan ga sering bulak balik ke kampus. Akhir desember aku mulai cari kerja, tapi Allah belum mengizinkan. Niatku untuk memberi kado pada adik tersayang, batal karna aku belum punya uang sendiri, tabunganku sudah menipis.

Januari, masih mengirim lamaran pekerjaan via pos dan email. Ada 3 panggilan interview,tp aku ngerasa ragu dengan perusahaan yg tak terkenal namanya.

Curhat curhatanlah aku dengan sahabatku, Rani, dia lebih pengalaman tentang ngelamar kerja dan interview. Aku sempat mengeluh, duh harus ngerantau lagi nih kaya’nya. Trus dia jawab biarin, demi sekarung beras dan segenggam berlian.

Ternyata seperti ini rasanya tak punya pekerjaan. Aku terus inget kata kata dia.

Waktu aku nonton acara musik di tv, ga sengaja denger lirik itu”untuk membeli beras dan sebongkah berlian”. Owh ini ternyata kata2 itu, ko jadi sedih ya denger lirik itu.

Dan Februari datang, belum juga bekerja, trus ikut jobfair, waduh,,,,,,ramenya.

Aku curhat lagi ma tmnku itu, repot banget ya, mpe ngantri bgt wat masuknya juga. Da

n jawaban dia sama kaya waktu tu. Biarin, usaha demi segenggam berlian katanya.

hMmm,,,,,iya gitu, untuk sekarung berlian dan segenggam beras.

Itu salah satunya, niatku mencari nafkah untuk sendiri.

Yang utama adalah ibadah, moga dengan aku bekerja aku bisa selalu taat padanya.

Yang aku pinta adalah, jika bekerja baik untukku, moga diberi pekerjaan sesuai kemampuanku dan diridhoiNya. Jika wirausaha baik untukku, tunjukkan aku untuk wirausaha itu, dan mudahkanlah jalanku.


READ MORE - SEKARUNG BERLIAN DAN SEGENGGAM BERAS
Sabtu, 05 Februari 2011

postheadericon I Like CokLat

Coklat...........
paling ane suka tuh.
pa lagi coklat aLmond oR silverQN
tapi kalo beli coklat begitu suka kurang puas,,,haha
dikit dan mahal pula.
mending bikin sendiri, ga kalah enak ko coklatnya,,,
berawal dari membantu kaka kelas yang suka bikin dan jualin coklat, aku terpinspirasi dari situ
padahal cuma bantu bungkusin coklat yang dah jadi aja, sama liatin dia ngelelehin coklat alias ngetim coklat.
Itu waktu taon 2007, nAh ane baru nyoba pas taun 2009, heu,,,lama amat ya jaraknya, tak apalah,
Dan sekarang sudah 2011, sayangnya ane ga dokumentasi yang dulu dulu, sekarang2 ja suka lupa wat dokumentasi.
Biasanya ane bikin yang polos, soalnye kalo yang warna warni itu ribet dan masih ga bisa rapih buatnya.
Dan inilah hasil seminggu kemaren buat coklat

Ini coklat yang polos, 2 lapis, coklat muda dan coklat tua. kLo bikin ini cepet dan hemat.
Tapi klo bikin yang dibawah ni, repot,,,,tapi lucu,hehe

Pake cetakan coklat 3 dimensi, katanya sih gitu, jadi bisa berbagai warna bisa ditaro di ni coklat
Ga rapih banget ya, haha maklum ane baru belajar bikin yang aneka warna, biasanya bikin coklat polos ja. hehe

Koleksi yang lain



READ MORE - I Like CokLat
Jumat, 04 Februari 2011

postheadericon You Came To Me "Sami Yusuf"

Judul : You Came To Me
Album : Single
Munsyid : Sami Yusuf

You came to me in that hour of need
When I was so lost, so lonely
You came to me, took my breath away
Showed me the right way, the way to lead
You filled my heart with love, showed me the light above
Now all I want is to be with you
You are my one true love, taught me to never judge
Now all I want is to be with you

Allahumma salli ‘ala sayyidina mustafa
‘ala habibika nabiika mustafa

You came to me in the time of despair
I called onto you, you were there
Without you what would my life be
Not know the unseen, the worlds between
For you I’d sacrifice, for you I’d give my life
Anything just to be with you
I feel so lost that times by all the hurt and lies
Now all I want is to be with you

Allahumma salli ‘ala sayyidina mustafa
‘ala habibika nabiika mustafa

Showed me right from wrong
Told me to be strong
Need you more than ever ya RasulAllah
You came to me in that hour of need
Need you more than ever ya RasulAllah
You filled my heart with love, showed me the light above
Now all want is to be with you
You are my one true love, taught me to never judge
Now all I want is to be with you

Allahumma salli ‘ala sayyidina mustafa
‘ala habibika nabiika mustafa

Sumber
READ MORE - You Came To Me "Sami Yusuf"
Senin, 13 Desember 2010

postheadericon Heni & Edwin - Aku Padamu - Indonesia Got Talent 3Oktober 2010 #2



READ MORE - Heni & Edwin - Aku Padamu - Indonesia Got Talent 3Oktober 2010 #2
Minggu, 24 Oktober 2010

postheadericon Maher Zain - The Chosen One | ماهر زين - المختار



READ MORE - Maher Zain - The Chosen One | ماهر زين - المختار

Total Tayangan Halaman

Mari Silaturahmi

Follower

My Blog List

Popular Posts

Share